Label

Minggu, 06 September 2009

Aku Cinta Padamu

Aku Cinta Padamu

Goerge seorang penulis dan Grace seorang wanita karir yang berkonsentrasi di dunia bankir. Merka berkenalan di sebuah acara pesta seorang teman mereka. Sebuah hubugan yang biasa saja. Tidak ada respek dari Goerge maupun Grace pada mula ketemu.

Tapi semua berubah saat Grace menawarkan Goerge pulang sama-sama. Saat goerge menunggu taxi ingin pulang ke rumahnya. Perbincangan singkat di mulai. Goerge dan Grace begitu cepat bahkan mudah akrab.

Di waktu senggang Goerge mengajak Grace jalan berdua. Bercerita tentang apa saja, kebetulan tingkat pandangan hidup mereka agak mirip. Goerge pun jatuh hati terhadap Grace. Grace tahu itu tapi Goerge masih belum mau mengatakannya intinya waktu belum tepat menurut pandangannya.

Goerge dan Grace semakin akrab. Benih cintah yang tumbuh semakin mekar, Grace hanya tertawa melihat Goerge yang telah diberinya peluang untuk menyaakan cinta pada dirinya. Hampir sebulan perkenalan mereka, Goerge bertanya sama Grace tapi hanya minta pendapat. Ia di tawari untuk menuliskan cerita hidup masyarakat di pedalaman tentu saja ini akan memakan waktu yang lama. Lama Goerge berfikir akhirnya tawaran itu diterimanya setelah dikuatkan oleh saran Grace sang pujaan hatinya.

Karena pendapatan yang dijanjikan bila ia mampu menyelesaikan sanggup buat melamar anak orang katanya. Wow besar benar kata grace lalu mereka tertawa berdua dalam menghabiskan malam.

Komunikasi tetap lancar meski mereka berada di tempat berjauhan. Setiap malam Goerge selalu terbayang dan teringat pada Grace. Grace yang juga ditumpuki oleh segala aktivitas. Saat Goerge mengajukan cuti beberapa hari hatinya riang karena ia berasumsi dapat bertemu Grace. Karena kesibukan grace berkilah bahakan menghindar kabarnya tapi Grace juga sedang sakit. Membuat ia sedikit putus asa dan kecewa hatinya karena Goerge memendam perasaan .

Lalu ada panggilan dari pihak yang mengontraknya untuk segera kembali. Mungkin karena rasa cinta yang yang tak sampai akhirnya merambat ke pekerjaan. Si Goerge bersitegang dengan produksi kepenulisan. Banyak umpatan yang lontarkan oleh si pemodal hingga membuat Goerge naik pitam tak kepalang tanggung. Untung segera di damaikan oleh temannya Goerge hingga sedikit mereda.

Bila si Grace mendengar umpatannya mungkin si Grace pun bisa dendam kesumat atau tersinggung. Itu akibat kesalah pahaman Goerge dengan orang lain bukan dengan Grace.

Akhirnya diputuskan oleh si Goerge ia akan selesaikan proyeknya dengan perasaan kacaubalau. Pikirannya menjadi bercabang si grace yang seperti tidak peduli lagi dengan rasa cintanya dan pekerjaan yang menyisakan pertikaian.

Tibalah saat yang genting ketika Goerge terjebak oleh kecelakaan di mana nyawanya sekarat dan tidak mungkin tertolong. Dan berita ini sampai ke Grace. Sebelum hembuskan nafas, Goerge menangis dan berteriak memanggil Grace….Grace….Grace…. Aku cinta Padamu!!! Kawannya Goerge mendekat. Tenang katanya. Aku hamper dekat kata Goerge. Tolong kamu serahkan hasil tulisanku kepada grace. Perempuan yang sangat aku cintai tapi aku tak sempat mengatakan cintaku padanya. Apakah ia mengetahuinya kata temanya di akhir percakapan. Ya, kata Goerge. Dan Goerge tak mampu bertahan terhadap ganasnya kecelakaan. Rohnya pergi dengan meninggalkan rasa penasaran cintanya kepada Grace, perempuan sederhana yang ia kagumi, sayangi, dan cintai dengan sepenuh hati.

Si Grace juga sedih apalagi saat kenangan terakhir dari Goerge yang diserahkan kepadanya oleh si teman Goerge langsung membuat Grace bercucuran air matanya. Karena ia perempuan yang humanis dan punya nilai kemanusiaan yang tinggi. Goerge…erang si Grace; lelaki yang tewas saat bekerja padahal ia akan melamar Grace bila pekerjaanya selesai. Itulah kalimat terakhir dalam catatannya yang di baca oleh Grace.

Tidak ada komentar: