Label

Minggu, 06 Mei 2012

Pengamanan TPS Sesuai Kerawanan

Kabag Ops Polresta POntianak

PONTIANAK-- Pengamanan  Tempat Pemilihan Suara (TPS) akan disesuaikan dengan tingkat kerawanannya. Pengawalan kotak suara senantiasa dilakukan untuk mendukung keamanan pemilihan Gubernur Kalimantan Barat.


"Kotak suara akan menjadi sasaran utama pengamanan kita di TPS. Penempatan anggota akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan di daerah tersebut. Dimana, klasifikasi kerawanan berdasarkan laporan Kapolsek di wilayah hukumnya masing-masing," kata Kabag Ops Polresta Pontianak Komisaris  Bangun WS di Pontianak, kemarin.

Di wilayah hukum Polresta Pontianak  terdapat 2046 TPS.  Tersebar di  Kota Pontianak dan sebagian daerah di Kabupaten Kubu Raya. Meliputi kecamatan Sungai Kakap, Ambawang, Rasau, Sungai Raya dan Kuala Mandor B.  

"Klasifikasi tingkat keamanan pada suatu daerah kita bagi menjadi kategori aman, rawan I, rawan II dan rawan III. Pembagian kategori ini akan disesuaikan jumlah personil kepolisian yang akan ditugaskan," kata Bangun.

Ia mengatakan,  untuk kategori aman,  ditempatkan satu anggota  untuk mengawasi empat TPS dibantu delapan personil satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Sementara  kategori rawan I, maka ditempatkan satu anggota Polri mengawasi tiga TPS dibantu enam personil Linmas. Kemudian kategori rawan II, ditempatkan satu anggota Polri mengawasi dua TPS dibantu empat personil Linmas. Dan, untuk kategori rawan III maka ditempatkan satu anggota Polri mengawasi satu TPS dibantu dua personil Linmas.

"Secara keseluruhan, kepolisian (Polresta,red) telah siap dalam pengamanan nanti. Baik secara personil maupun peralatan pendukung. Namun kita tetap mengharapkan peran serta masyarakat turut menciptakan situasi keamanan tetap kondusif," kata Kabag Ops.

Menurut dia, klasifikasi dalam pembagian kategori kerawanan  berdasar kondisi tingkat gangguan kamtibmas, rusuh massa, kriminalitas, pusat konsentrasi massa dan basis massa pendukung cagub. "Selain faktor tingkat keamanan, penentuan kategori rawan juga mengacu pada kondisi geografis suatu daerah. Misal letak lokasi yang jauh sehingga sulit terjangkau serta daerah yang belum ada akses komunikasi (jaringan telpon,red)," katanya.

Ia menambahkan, dalam pengamanan Pilgub, Polresta menurunkan d 2/3 dari kekuatan yang ada. Melibatkan personil gabungan Satuan Reskrim, Lantas, Intel, Sabhara dan Provos. Bahkan turut dibackup Satuan Brimob Polda Kalbar dan melibatkan unsur TNI.  "Tiga regu Patko dan Sabhara akan siaga mobiling secara rutin. Agar situasi keamanan tetap kondusif. Terutama selama proses tahapan pelaksanaan pilgub," kata perwira yang sebelumnya berdinas di Brimob Kelapa Dua, ini. (stm)

Tidak ada komentar: