Label

Minggu, 06 Mei 2012

Kesulitan Bahan Baku, Lesukan Usaha Pembuatan Kapal Kayu


PONTIANAK-- Usaha pembuatan kapal kayu pada era 90-an mudah ditemui ditepian Sungai Kapuas. Namun kini jejaknya sekalipun sulit dijumpai. Usaha itu banyak terhenti  semenjak krisis moneter menerpa Indonesia, selain sulitnya mendapatkan bahan baku.


Dulu, bila ingin membuat kapal kayu mungkin dapat dipesan di Gang Kapuas Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya. Disana berdiri usaha pembuatan kapal yang dikelola secara turun temurun. Lokasinya menghadap langsung ke Sungai Kapuas. Sebuah pemandangan indah untuk menyaksikan kepiawaian pembuat-pembuat kapal. Yang mampu mengubah kayu berbentuk papan  menjadi alat transportasi air.

Namun kini mungkin dapat disebut tinggal kenangan. Yanuar, selaku pemilik usaha, mengaku sudah lama berhenti beraktifitas untuk pelayanan pembuatan kapal. Dia telah mengganti bisnis yang lebih menjanjikan. Banyak alasan yang dia ungkap. Paling utama, sulit menutupi biaya operasional, bila tetap melanjutkan bisnis pembuatan kapal.

Menurut dia, serangan krisis moneter yang sempat  melanda Indonesia mempunyai pengaruh besar. Biaya operasional pembuatan kapal menjadi melambung. Sementara permintaan justru menurun. Kemudian bahan baku kian sulit didapat. Seiring berkurangnya sumber daya hutan, dan gencarnya operasi penertiban ilegal logging.

Ketika masih lancar beroperasi, lanjut Yanuar, berbagai jenis ukuran kapal mampu dibuat. Semua tergantung permintaan pemesan. Mulai ukuran tiga hingga 30 ton. Begitu juga dengan bahan pembuatan, disesuaikan pesanan. “Harga bervariasi. Tergantung bentuk dan ukuran,” katanya.

Dia menambahkan paling banyak permintaan datang adalah untuk kapal pengangkut kayu. Mengingat usaha kayu di Kalbar ketika hutan masih melimpah sangat banyak. Dan, itu turut memajukan usaha yang dikelola Yanuar. Sekaligus keterpurukan usaha angkutan perkayuaan, secara tidak langsung membuat lesu usahanya.

Pontianak Post juga mencoba untuk menelusuri usaha pembuatan kapal kayu di tepian Sungai Kapuas pada wilayah Pontianak Barat, Pontianak Tenggara dan sebagian daerah Kubu Raya. Namun semua sudah sulit ditemui. Tetapi untuk perehaban kapal masih mudah dijumpai.

“Disini tidak ada lagi pembuatan kapal kayu. Kalau dulu ada. Saya disini hanya merehap kondisi kapal,” kata salah seorang tukang, ketika dijumpai di tepian Sungai Kapuas di Pontianak Barat. (stm) 



  




Tidak ada komentar: