Label

Sabtu, 21 April 2012

Kisah Kaum Perempuan Jadi Kuli Bangunan

Foto: Haryadi
Kartini namanya Harum. Inspirator perjuangan Kaum Perempuan di Indonesia. Yang sering dikaitkan dengan kesuksesan. Misal, mampu menduduki jabatan politis dan cemerlang dalam karir.  Namun itu tidak semua. Seperti mereka yang membanting tenaga menjadi buruh kuli bangunan

SUTAMI, Pontianak

Kejaksaan Eksekusi Yansen


PONTIANAK—Mantan Bupati Kabupaten Sanggau priode 2003-2008 Yansen Akun Efendi diekskusi Kejaksaan Negeri setempat pada Minggu (15/4) dinihari di Pontianak. Ekskusi atas putusan kasasi Mahkamah Agung dengan menetapkan Yansen terpidana kasus  pengadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Desa Sungai Mayam, Kecamatan Meliau tahun 2007 lalu dengan pagu dana Rp 1,7 miliar, dengan pidana dua tahun penjara.

Sabtu, 18 Februari 2012

Jalan Raya Yang Mematikan

Perlu Regulasi Pemerintah Dalam Mengurai Kecelakaan
PONTIANAK— Ancaman kecelakaan merupakan persoalan yang patut menjadi kewaspadaan. Selama dua kurun dua tahun terakhir, berdasar data Polda Kalbar sebanyak 12955 nyawa melayang karena kecelakaan. Penyebabnya, dominan karena kelalaian manusia.
Kepolisian terus mengupayakan meredam kasus kecelakaan. Berbagai pihak digandeng untuk menumbuhkan kesadaran hukum dalam berkendara. Meliputi, kalangan guru dan mahasiswa. Harapannya muncul persepsi bersama jika keselamatan berkendara tanggung jawab bersama.
“Kita semua harus mulai peduli keselamatan lalu lintas, korban meninggal dunia sudah banyak . Sekarang mungkin orang lain yang jadi korban. Tapi besok keluarga kita atau diri sendiri. Maka selain kegiatan pencegahan sudah saatnya kita laksanakan penegakan hukum dengan tegas,” kata Dirlantas Polda Kalbar Komisaris Besar Lotharia Latif belum lama ini.
Dirlantas mengatakan, tindakan tegas merupakan upaya untuk menciptakan aksi keselamatan nasional. Termasuk menekan angka kecelakaan di Kalbar. Berdasar evaluasi, lanjut dia, di Kalbar dua nyawa melayang setiap hari karena kecelakaan. Asumsinya, selama 2011 tercatat 671 korban tewas kecelakaan.
Karena itu, lanjut Dirlantas, pada 2012 akan diintensifkan razia kendaraan pada malam hari. Targetnya yakni pengunjung diskotik yang pulang malam hari. Langkah antisipasi agar orang dalam mabuk tidak mengendarai kendaraan. “Kalau kedapatan sedang mabuk, pengendara akan langsung kita amankan. Ini akan segera kita laksanakan (razia malam hari,red),” katanya.
Dia menambahkan termasuk pembuatan rambu lalu lintas untuk memperingatkan pengendara ketika melintas. Bahkan melakukan penambalan jalan yang berlubang meski masih semampunya.
Selain itu, menurut Dirlantas, diperlukan keterpaduan instansi terkait maupun stakeholder. Berkaitan dengan sarana rambu jalan, perbaikan jalan rusak. Sekaligus membutuhkan dukungan instansi penegak hukum lain. Guna menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku pelanggar ketentuan lalu lintas. Supaya ketika dihukum dapat memberikan efek jera.
“Kecelakaan selalu didahului pelanggaran lalu lintas. Baik pelanggaran manusia, kendaraan atau jalan. Kalau kita tidak mengambil aksi keselamatan di jalan, kasus lalu lintas bisa menjadi lebih tinggi,” kata Dirlantas.
Secara terpisah, pengajar hukum pidana Untan, Hermansyah, mengatakan, perlu evaluasi mendalam tentang penyebab kecelakaan terjadi. Sebab dapat banyak variable saling terkait. Selain memang faktor budaya hukum masih rendah.
“Kita tidak bisa memandang atau menyimpulkan penyebab kecelakaan secara parsial. Semua tidak dapat lepas dari berbagai faktor yang saling berhubungan. Kecelakaan bisa terjadi karena kelalaian manusia, faktor jalan, bahkan lokasi kecelakaan terjadi. Semua mesti dapat dilihat secara utuh,” kata Hermansyah.
Hermansyah mengatakan masalah infrastruktur juga perlu mendapatkan kajian secara mendalam. Yang membutuhkan penilaian tim ahli transportasi. Misal tingkat kemiringan jalan di tikungan. Semua pasti mempunyai ketentuan untuk keselamatan. Sehingga lintasan jalan tidak cukup hanya sebatas mulus. Apalagi sampai mengalami kerusakan. Tentunya bisa menimbulkan kerawanan kecelakaan.
Hermansyah menambahkan kelaikan kendaraan juga perlu mendapat perhatian. Pemerintah ikut diminta tidak lepas tangan. Seiring kini belum ada regulasi jelas terhadap setiap produksi kendaraan. Semua seperti langsung dikategorikan baik bila merupakan kendaraan baru.
Padahal, menurut Hermansyah, seyogyanya dibutuhkan pengujian. Memastikan kendaraan dalam keadaan baik. Sehingga aman bagi pengendara dan menutup peluang atas kemungkinan menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.
Hermansyah mencontohkan, sebuah insiden kecelakaan di Amerika yang berbuntut penarikan produksi kendaraan. Padahal semula pemohon yang dimenangkan pengadilan merupakan tersangka kasus kecelakaan. Setelah melalui proses persidangan terbukti jika penyebab insiden kecelakaan akibat pengaruh kendaraan.
Sementara pada Kamis (16/2) malam terjadi insiden kecelakaan di Jalan Transkalimantan Kubu Raya, antara sepeda motor dengan sebuah mobil box. Dua penumpang sepeda motor itu tewas, meski sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan informasi kepolisian kedua korban mengalami kecelakaan lalu lintas saat menuju arah Tayan menggunakan kendaraan roda dua dengan berboncengan. Sementara dari arah berlawan melintas sebuah mobil box dengan nomor Plat B 9662HS yang dikendarai Jul Saidang. Yang kemudian menabrak kedua korban tanpa indetitas tersebut hingga tewas akibat luka serius.
Mobil box kini diamankan di Polsek Ambawang. Kondisinya rusah berat di bagian depan mobil, dan sopir diamankan di Polresta Pontianak. Berdasar pemeriksaan medis, korban yang laki-laki tewas ditempat. Cederanya cukup parah. Meliputi robek dibibir, gigi semua patah, lecet dikening dan pelipis, pergelangan tangan kiri dan kanan patah serta kaki patah.
Sedangkan korban perempuan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong. Akibat bengkak pada bagian kepala, patah dan pendarahan pada kedua belah kaki dan tangan.
Kapolsek Ambawang, Ajuan Komisaris Suanto melalui Kanit Lantas Aiptu Maryadi, Jumat (17/2) mengatakan identitas kedua korban belum diketahui. Tidak ada pihak keluarga maupun kenalan yang datang ke rumah sakit atau menghubungi pihak berwajib.
Sementara satuan lalu lintas Polresta Pontianak terus mengintensifkan penertiban parkir. Pada Jumat (17/2) petang kemarin satu unit mobil diderek paksa untuk diangkut ke Mapolresta. Setelah pemilik mobil tidak datang memindah kendaraan meski sudah dipanggil melalui pengeras suara.
Adapun menjadi lokasi penertiban yakni di Jalan Diponegor dan Gajah Mada. Pada penertiban itu juga ditilang tujuh unit mobil. “Kita imbau masyarakat supaya tidak parkir di bahu jalan. Penertiban akan terus digencarkan. Sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan di jalan di kota Pontianak,” kata Kasat Lantas Polresta Pontianak Komisaris Boy Samola. (stm)

Grafis
Kasus Kecelakaan di kalbar
2010 1013 kasus 519 korban tewas Luka Berat 592 Luka Ringan 957 Kerugian Rp. 3,5 M
2011 1604 kasus 671 korban tewas Luka Berat 833 Luka Ringan 1350 Kerugian Rp 4,7 M
2012 selama Januari 189 kasus 55 korban tewas Luka Berat 136 Luka Ringan 198 kerugian Rp. 445 juta

Minggu, 06 September 2009

Menyambut Kesunyian

Rasa galau semkin bergelantungan di dalam rohku, tak tahu tapi itulah. Ingin aku menghujat; tapi itu bisa merusak dunia. Seperti TUhan tak berpihak dengan ku! Tiada sebutir pasir pun yang ada ditanganku. Pasir di depan mata tapi telh dihembus oleh angin berlari jauh meski hanya sepoaian. Risih aku dengan dunia, benci aku dengan pasir; benci aku dengan angin. Perjalanan yang ku tempuh seperti tidak berguna; hasilnya tak pernah ku panen bila ku berkebun sepertinya.

Dirundung ruang pengap, gelap, hitam, pelit cahaya aku nyebutnya; ruang jiwa q tk mampu ku hibur; apalgi terhibur. Aku dendam; aku benci akan keadaan yang menimpaku. Tapi haruskah aku jadi pendendam? Percuma, kata nasihat ulama. Dendam itu dosa. Tapi itulah duniaku......... Burung ku panggil tak lagi menyhut panggilanku; padahal aku bisa bhsnya brung. aku di tinggalkan....tapi aku harus menyambutnya. itulah kesunyianku...............

Melempar Kesendirian

membangun dunia rasanya akan tercapai. tapi realistiskah? membangun dunia baru impianku. aku bosan berjalan tiada teguran. tiadak ada yang menoleh; itulah hidup ini. terasa sulit jadinya. selagi ada kesempatan ingin ku menggapainya. kenapa? aq sadar jiwaku bukan milik diriku sendiri. Ad alam, ada tuhan disn.

tapi adakah yg mendengar jiwaku? aq kejar bintang agr dia mau berteman seumur hidup dengan q, yg q tahu bintang bisa bersinar; q ingin sinarnya menerangi diriku biar q terlihat biar ku tak lg sendiri sunyi. tolong loloskan permintaan q untuk melempar kesendirian

Bolehkah Aku Minta Maaf?

Itulah kata yang pernah di ucapkan Fidel Castro kepada Che Guevera; teman sama-sam memanggul senjata. Masuk hutan keluar hutan dalam merebut revolusi Cuba. Tapi Che diam tanpa respon tetap dengan jalanya sendiri dan melanjutkan ekspansi k Bolivia. Entah Fidel atau Che yang benar kita tidak tahu karena mereka adalah teman baik awalnya. Atau mereka sama-sama klaim menang atas kelicikan mereka. Saling puji di catatan hidup mereka itu memang keharusan sebagai pelaku revolusi. Merasa menang atas kelicikan masing-masing; entah strategi belah bambu; entah ayam potong; entah bola salju hanya arwah Che Guevara dan Bangkai Fidel yang saling tahu. Sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab oleh insan2 pejuang yang memiliki tujuan sama, yakni revolusi. Pertanyaan si Fidel kpd Che "Bolehkah Aku Minta Maaf"?

Aku Cinta Padamu

Aku Cinta Padamu

Goerge seorang penulis dan Grace seorang wanita karir yang berkonsentrasi di dunia bankir. Merka berkenalan di sebuah acara pesta seorang teman mereka. Sebuah hubugan yang biasa saja. Tidak ada respek dari Goerge maupun Grace pada mula ketemu.

Tapi semua berubah saat Grace menawarkan Goerge pulang sama-sama. Saat goerge menunggu taxi ingin pulang ke rumahnya. Perbincangan singkat di mulai. Goerge dan Grace begitu cepat bahkan mudah akrab.

Di waktu senggang Goerge mengajak Grace jalan berdua. Bercerita tentang apa saja, kebetulan tingkat pandangan hidup mereka agak mirip. Goerge pun jatuh hati terhadap Grace. Grace tahu itu tapi Goerge masih belum mau mengatakannya intinya waktu belum tepat menurut pandangannya.

Goerge dan Grace semakin akrab. Benih cintah yang tumbuh semakin mekar, Grace hanya tertawa melihat Goerge yang telah diberinya peluang untuk menyaakan cinta pada dirinya. Hampir sebulan perkenalan mereka, Goerge bertanya sama Grace tapi hanya minta pendapat. Ia di tawari untuk menuliskan cerita hidup masyarakat di pedalaman tentu saja ini akan memakan waktu yang lama. Lama Goerge berfikir akhirnya tawaran itu diterimanya setelah dikuatkan oleh saran Grace sang pujaan hatinya.

Karena pendapatan yang dijanjikan bila ia mampu menyelesaikan sanggup buat melamar anak orang katanya. Wow besar benar kata grace lalu mereka tertawa berdua dalam menghabiskan malam.

Komunikasi tetap lancar meski mereka berada di tempat berjauhan. Setiap malam Goerge selalu terbayang dan teringat pada Grace. Grace yang juga ditumpuki oleh segala aktivitas. Saat Goerge mengajukan cuti beberapa hari hatinya riang karena ia berasumsi dapat bertemu Grace. Karena kesibukan grace berkilah bahakan menghindar kabarnya tapi Grace juga sedang sakit. Membuat ia sedikit putus asa dan kecewa hatinya karena Goerge memendam perasaan .

Lalu ada panggilan dari pihak yang mengontraknya untuk segera kembali. Mungkin karena rasa cinta yang yang tak sampai akhirnya merambat ke pekerjaan. Si Goerge bersitegang dengan produksi kepenulisan. Banyak umpatan yang lontarkan oleh si pemodal hingga membuat Goerge naik pitam tak kepalang tanggung. Untung segera di damaikan oleh temannya Goerge hingga sedikit mereda.

Bila si Grace mendengar umpatannya mungkin si Grace pun bisa dendam kesumat atau tersinggung. Itu akibat kesalah pahaman Goerge dengan orang lain bukan dengan Grace.

Akhirnya diputuskan oleh si Goerge ia akan selesaikan proyeknya dengan perasaan kacaubalau. Pikirannya menjadi bercabang si grace yang seperti tidak peduli lagi dengan rasa cintanya dan pekerjaan yang menyisakan pertikaian.

Tibalah saat yang genting ketika Goerge terjebak oleh kecelakaan di mana nyawanya sekarat dan tidak mungkin tertolong. Dan berita ini sampai ke Grace. Sebelum hembuskan nafas, Goerge menangis dan berteriak memanggil Grace….Grace….Grace…. Aku cinta Padamu!!! Kawannya Goerge mendekat. Tenang katanya. Aku hamper dekat kata Goerge. Tolong kamu serahkan hasil tulisanku kepada grace. Perempuan yang sangat aku cintai tapi aku tak sempat mengatakan cintaku padanya. Apakah ia mengetahuinya kata temanya di akhir percakapan. Ya, kata Goerge. Dan Goerge tak mampu bertahan terhadap ganasnya kecelakaan. Rohnya pergi dengan meninggalkan rasa penasaran cintanya kepada Grace, perempuan sederhana yang ia kagumi, sayangi, dan cintai dengan sepenuh hati.

Si Grace juga sedih apalagi saat kenangan terakhir dari Goerge yang diserahkan kepadanya oleh si teman Goerge langsung membuat Grace bercucuran air matanya. Karena ia perempuan yang humanis dan punya nilai kemanusiaan yang tinggi. Goerge…erang si Grace; lelaki yang tewas saat bekerja padahal ia akan melamar Grace bila pekerjaanya selesai. Itulah kalimat terakhir dalam catatannya yang di baca oleh Grace.